Menjelang datangnya bulan Ramadan 1447 Hijriah, saya ingin merasakan momen munggahan yang menjadi rutinitas sebagian umat Islam setiap tahunnya. Biasanya kami berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat lainnya untuk makan bersama.
Selain bersama keluarga tercinta, di hari yang lain, saya bersama para sahabat bertamasya ke Situ Patenggang yang lokasinya ada di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kami pergi di hari Senin agar tidak terlalu banyak pengunjung. Sehingga suasananya akan lebih menenangkan.
Seperti biasa, kami memulai perjalanan tepat setelah melaksanakan salat Subuh. Menggunakan sepeda motor agar lebih puas menikmati pemandangan alam di sepanjangan jalan Ciwidey. Meskipun sudah terlalu sering jalan-jalan ke Ciwidey, tentu kami tidak akan pernah bosan untuk healing ke sana.
Kami sampai di Situ Patenggang sekitar pukul 08.00 WIB. Cukup membayar harga tiket masuk (HTM) sebesar Rp 25.000 per orang, kami bisa menyusuri hutan pinus Situ Patenggang sesuka hati. Namun jika ingin mencoba wahana lain, seperti naik perahu dan golesat, pengunjung harus merogoh kocek lebih mahal.
Seperti tempat wisata pada umumnya, di area parkir maupun di sekitaran danau, banyak warung yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman. Namun kami tidak terlalu banyak jajan karena sudah membawa bekal makanan dari rumah. Tentu dengan berbagai macam peralatan masak, lho. Ya, namanya juga mau munggahan.
Rencana kami memang ingin nge-grill beef slice, sosis, dan yang lainnya. Memang agak ribet karena harus membawa kompor dan wajan panggang, tapi yang terpenting seru, senang, dan kenyang. Menjadi pengalaman munggahan yang memberi cerita tersendiri.
Semoga kami dan kalian semua yang akan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, dapat berburu pahala sebanyak-banyaknya. Aamiin.
Galeri Situ Patenggang



Tidak ada komentar